ISYA ALLAH (MAHER ZAIN)

Selasa, 08 Juli 2008

Osama bin Laden Sekarat?

Mana yang lebih cepat mati, Osamah bin Laden atau usaha CIA untuk menangkapnya? Tak ada yang menandai kegagalan perburuan pemimpin al-Qaidah itu selain kejadian berulangkali -sering tak akurat- bahwa ia dikabarkan sakit, bahkan mendekati ajal.

Tahun 2002, Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengatakan Bin Laden mempunyai penyakit ginjal dan memerlukan pemeriksaan mesin dialisis ketika hidup di Afghanistan. Pada tahun yang sama, Kepala Kontra-Terorisme FBI, Dale Watson, berujar, “Secara pribadi, saya pikir ia mungkin sudah tidak bersama kita lagi.” Sejak itu, tentu saja, Bin Laden muncul beberapa kali di video-video dan terlihat lebih sehat dari sebelumnya.


Saat ini, CIA kembali mengeluarkan laporan bahwa Bin Laden menderita penyakit ginjal kronis dan mungkin hanya bertahan hidup dalam beberapa bulan saja. Demikian ungkap dua orang pejabat AS (Amerika Serikat) kepada TIME. Para agen CIA seolah-olah diatur untuk menyebutkan nama-nama sebagian obat yang diminum Bin Laden.


Seorang pejabat AS yang “akrab” dengan laporan yang muncul antara enam dan sembilan bulan lalu itu, menyimpulkan, “Berdasarkan pada jumlah obat yang diminumnya saat ini, (kami) berharap bahwa ia (Bin Laden) bertahan hidup tak lebih dari 18 bulan ke depan akibat gagal ginjal.”


Ramalan itu, bersamaan dengan operasi para intelejen bawah tanah dan peluru tepat-sasaran, akan membuat pemimpin teroris itu mati. Namun, para pengintai jaringan teror al-Qaidah menemukan bahwa laporan-laporan tersebut tak dapat dipercaya. “Hal itu ibarat membuat diagnosa ribuan mil jauhnya hanya dari fragmen-fragmen bagan medis,” kata Paulus Pillar, mantan Kepala Analis dan Wakil Direktur Pusat Kontra-Terorisme CIA, yang kini mengajar di Georgetown University.


Frances Fragos Townsend, yang mundur dari jabatan Kepala Departemen Pertahanan pemerintahan Bush, akhir November lalu berujar, “Saya sudah membaca semua laporan yang bertentangan tentang kesehatan Bin Laden yang dibicarakan orang-orang. Saya tidak menemukan satu himpunan laporan yang lebih meyakinkan dibanding yang lain.”

Tentu saja, CIA mengingkari klaim-klaim yang melekat pada laporan tersebut. “Saya tidak menemukan seorang pun di sini yang terbiasa dengan laporan tanpa bukti itu atau garis analitik yang dimaksudkan,” ujar Paul Gimigliano, jurubicara CIA. “Faktanya adalah, sumber anonim memberikan gambaran kepada CIA bahwa itu bukan alasan untuk mempercayai pandangan-pandangan yang dipegang para agen.”


Jika Bin Laden benar-benar tengah sekarat, tak diragukan lagi, berita itu akan disambut ambivalensi. Pada satu sisi, kematiannya merupakan hal yang sangat diharapkan oleh pemerintah AS –sejak sebelum 9/11. Tapi kematian karena penyakit ginjal, bukanlah hal yang diinginkan. "Bukankah ini menjadi situasi yang tragis, jika dengan semua usaha yang dilakukan, ternyata Bin Laden tewas bukan di tangan pasukan koalisi?” kata salah seorang pejabat kontra-terorisme senior.


Walau memiliki diagnosa “handal”, bagaimanapun juga, ancaman Al-Qaidah di seluruh dunia tetap saja menyisakan cemas bagi AS. (Chairul Akhmad)

 

0 komentar: