ISYA ALLAH (MAHER ZAIN)

Kamis, 12 Maret 2009

1th Ali al-Jarrah, Pendukung Palestina yang Agen Israel

Files under , Internasional | Posted by Akbar Muzakki
Karena Ali al-Jarrah (50) merupakan agen rahasia Israel dan memiliki sepupu yang menjadi pelaku serangan WTC 9/11, New York Times (NYT) menengarai bahwa Israel terlibat serangan mematikan WTC 9/11.
Selama 25 tahun, Ali al-Jarrah hidup di dua sisi. Di mata teman-teman dan tetangga di Libanon, dia adalah pendukung sejati Palestina. Dia adalah seorang yang ramah yang bekerja sebagai administrator di sekolah di kampungnya di Libanon.
Namun bagi Israel, dia adalah mata-mata yang bernilai. Ia mengirimkan laporan dan diam-diam mengambil foto-foto kelompok Palestina dan Hizbullah sejak 1983 untuk diberikan kepada Israel. Demikian dilansir NYT 18 Februari lalu.
Aksi spionasenya terbongkar pada Juli 2008 oleh Hizbullah. Ali kini mendekam di penjara Libanon dan didakwa atas tuduhan mengkhianati negerinya dan membantu musuh negara. Saudaranya, Yussuf, juga ikut ditangkap karena diduga membantu Ali dalam menjalankan aksi spionasenya.
Sebulan setelah penangkapannya itu teman-teman dan mantan rekan Ali langsung teringat pada keheranan mereka selama ini atas serangkaian perjalanan ke luar negeri yang sering ia lakukan, uang yang tak bisa dijelaskan sumbernya dan rahasia istri keduanya.
Tetangga Ali awalnya meragukan pria yang mereka kenal sejak lahir ternyata bisa menerima uang dari musuhnya untuk berkhianat menjalankan aksi spionase terhadap negaranya.
Penyidik Libanon mengatakan Ali telah mengakui karirnya sebagai agen spionase spektakuler dalam lingkup dan usianya yang sudah lanjut.
Dari rumahnya di sebuah desa di Lembah Bekaa, Libanon, Ali sering bepergian ke Suriah dan ke selatan Libanon, markas pejuang Hizbullah. Ia memotret jalan dan konvoi yang mungkin digunakan Hizbullah untuk mengantar persenjataannya.
Penyidik juga mengatakan, Ali berkomunikasi dengan Israel menggunakan telepon satelit. Menerima uang, kamera, dan peralatan penyadapan dengan metode kuno "dead drops". Seringkali berdalih perjalanan bisnis, dia pergi ke Belgia dan Italia untuk menerima paspor Israel dan terbang ke Israel untuk mendapatkan briefing.
Ketika pecah perang Israel-Hizbullah pada 2006, pejabat Israel juga menjamin desa tempat tinggal Ali tidak akan dibom, sehingga ia tidak perlu mengungsi.
Di keluarga besarnya, bukan cuma Ali saja yang mendadak sontak beken. Salah satu sepupu Ali, Ziad Al Jarrah, lebih dulu terkenal. Ziad yang 20 tahun lebih muda itu adalah salah satu dari 19 pembajak pesawat yang kemudian ditabrakkan ke menara kembar WTC dalam aksi teror 11 September 2001 lalu.
Karena kaitan saudara inilah NYT menengarai bahwa Israel terlibat dalam serangan mematikan tersebut.

0 komentar: