ISYA ALLAH (MAHER ZAIN)

Senin, 07 September 2009

DAKWAH


Bismillah hirrohmannirrkhiim
Assalamua’alaikum Wr Wb….
Para blogger dan netter yang saya hormati Alhamdulillah ,.. kita panajtkan puja dan puji Syukur kita kepada ALLAH SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk dapat membaca tulisan saya yang ada di blogspot ini, serta solawat dan salam kita panjatkan kepa junjungan nabi besar kita Muhammad SAW beserta keluarganya yang telah berjasa kepada kita semua, membawa kita dari zaman zahiliah ke zaman islam yang mana semua mahluk dimuka bumi ini mendapat rahmat NYA bagi orang yang beriman dan taat kepada NYA.
Para netter / Blogger yang saya cintai ,….izinkanlah saya berdakwah lewat blog ini walau hanya dengan tulisan – tulisan yang pendek serta bahasa yang sederhana.
Dakwah adalah menyampaikan kebenaran yang HAQ kepada ummat, Dakwah adalah menyapaikan ayat-ayat Allah walau pun hanya satu ayat, menyampaikan mana yang haq dan mana yang batil juga berdakwah , dakwah bisa disampaikan dengan berbagai macam cara :
1. Yang pertama dengan kekuasaan
2. Dengan lisan dan tulisan
3. Dengan hati ini merupakan selemah lemahnya iman

Berdakwah dengan cara yang pertama tentunya lebih mudah jika kita menjadi seorang penguasa missal presiden contoh diberantasnya premanisme yang terjadi sekarang ini,..dakwah dengan lisan dengan cara berdiskusi, mentoring, mengajar,media massa, internet lewat web,blog, dan lain sebagainya, dan yang ketiga dengan hati ini merupakan selemah lemahnya iman artinya kita tidak suka terhadap kebatilan yang terjadi di depan mata kita tetapi kita tidak sanggup hanya bisa menbenci dan tidak menyukai kebatilan tersebut dan mengajak keluarga kita untuk tidak mengikutinya .

Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui berdakwah dapat melalui bebagai macam cara, lalu bagaimana kalau kita hubungankan dengan kewajiban terhadap keluarga?

Manakah yang lebih berat kewajiban keluarga? Atau kewajiban berdakwah?
Jawabannya adalah kewajiban keluarga yang lebih berat karena memberikan nafkah lahir dan batin jauh lebih penting ketimbang berdakwah, karena berdakwah bisa dilaksanakan dengan berbagai macam cara menjaga keluarga dari api neraka saja sudah dikategorikan berdakwa, jadi ingat jangan mudah untuk meninggalkan anak dan istri hanya untuk berdakwah, kita harus berfikir matang2 dilihat duduk permasalanya dan kita harus lebih bijak dan arif untuk menyikapinya.

Jadi bagai mana dengan oknum yang bunuh diri yang mengatas namakan islam dengan berjihad di jalan ALLAH dan meninggalkan anak istrinya ?

Kalau menurut pendapat saya kalau dilihat dari sudut pandang/ penjelasan diatas itu sudah tidak sesuai dengan ajaran islam apalagi harus meninggalkan anak dan istrinya dengan cara membunuh dirinya sendiri dan apalagi sampai membuat orang terancam nyawanya bahkan terenggut nyawanya . karena islam adalah rohmatan lilalamin islam tidak mengajarkan demikian. Kecuali dalam keadan perang bunuh membunuh dibolehkan itupun islam melarang untuk membunuh orang tua,anak2, perempuan janda2, ibu2 .

Dan dikatan dalam ayat suci alquran saya lupa ayatnya tapi yang jelas bunyinya begini: jangan lah memperjuangakan atau membela kebaikan semata-mata hanya karena ALLAH padahal didala m perjuangannya itu ada muatan-muatan setan yang tidak baik ada kepentingan pribadi atau kelompok.

Kalau dari sudut pandang ekonomi terjadinya kekuatan ekonomi suatu Negara baik atau tidak diukur dari kekuatan ekonomi suatu keluarga dan ini merupakan dakwah, nah kalaulah kita sebagai kepala keluarga lantas perekonomian kita kurang baik apakah kita bisa berdakwah? Tentunya akan sulit untuk berdakwah.

Kalau di ilmu Akuntansi, Neraca ada harta,utang, modal,pendapatan dan beban, kesemuanya harus seimbang dengan wajar dan benar.

Begitupun dengan dakwah harta kita gimana OK? Kalau belum ? perbanyak harta dulu sehingga hutang dapt di tekan dan modalpun bertambah dengan begitu otomatis pendapatan pun meningkat tentunya dengan meminimalisir beban sehingga keuntungan yang didapat pun lebih banyak lagi sehingga berdakwah pun tenang dan lancar karena kekuatan ekonomi kita kuat.

Tentunya kita harus arif dan bijak untuk berdakwah agar tepat sasaran jangan sampai merugikan orang lain.
KEPADA ALLAH MOHON AMPUN KEPDA NETER /BLOGGER SY MOON MAAF


WASALAM
INDRA WIJAYA

0 komentar: