ISYA ALLAH (MAHER ZAIN)

Rabu, 10 Maret 2010

AGAMA ISLAM DAN AJARANYA


OLEH USTAD A. TAMYMY,LC
AGAMA Islam merupakan agama seluruh nabi-nabi dan rasul-rasul Allah SWT, semenjak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW,hal tersebut dijelaskan Allah SWT dalam Alquran surat Yunus ayat 72.

Melalui lisan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Allah SWT juga menggambarkan tentang Islam sebagai agama mereka sebagaimana Allah SWT mengatakan dalam surah Al Baqarah ayat 128. Nabi Musa AS juga berpesan kepada umatnya agar manusia menyerahkan diri kepada Allah SWT. Pengakuan Ratu Saba’ yang bernama Balqis juga menyatakan bahwa agama yang dianutnya adalah agama Nabi Sulaiman. Ini terbukti dengan firman Allah SWT dalam surat An-Namal 44.

Selain itu, orang-orang yang beriman kepada Taurat pada masa Nabi Daud AS juga dikatakan Islam.Hal ini karena Taurat itu isinya juga perintah Allah SWT yang menyuruh agar manusia beriman dan membuat hukum berdasarkan Taurat seperti termaktub dalam surat Al- Maidah ayat 44.

Agama Islam menurut kalimatnya juga bermakna menyerahkan diri kepada Allah. Begitu pula pada urusan amar makrufyang diwajibkan Allah SWT dan meninggalkan larangan Allah menurut bahasa wahyu. Maka,siapa yang menyerahkan diri, jiwa, dan raganya semata-mata karena Allah, itulah orang Islam. Nabi-nabi dan rasulrasul merupakan orang yang paling banyak menyerahkan diri kepada Allah SWT. Orang Islam tanpa menyerahkan diri kepada Allah SWT dan tidak melaksanakan perintah Allah SWT (hukum ALLAH) maka tidaklah dia termasuk orang Islam.Hal ini di jelaskan dalam surat An-Nisa ayat 65.

Manusia yang menyerahkan diri kepada Allah SWT menjadi suatu keuntungan bagi manusia itu sendiri karena Allah tidak membiarkan umat-NYA sedemikian rupa. Karena itulah, Allah mengirim rasul yang disertakan agama Islam yang bersumberkan dari Alquran. Allah SWT menambahkan, setiap umat diutus Allah SWT kepada mereka rasul yang bertugas memperingatkan umat tersebut seperti tercantum dalam surat An- Nahal ayat 36.

Dari firman-firman Allah SWT terlihat betapa pentingnya agama yang dibawa rasulrasul sehingga banyak orang mengharapkan rasul-rasul tersebut datang dari golongan mereka, bahkan ada yang berani mengakui dirinya sebagai Rasul yang membawa agama walaupun tidak diakui Allah SWT. Misalnya pernah terjadi di Iran yang suatu ketika saat orang-orang Iran mengakui bah Zardasti adalah nabi yang dikirim kepada orang Iran oleh Rasulullah dengan membawa ayat-ayat Alquran sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Menurut Abbas, sewaktu nabi mereka meninggal datang iblis mengembuskan berita bahwa Zardasti adalah nabi.Saat itu hanya orang Islam yang tidak mengakui Zardasti nabi karena tidak ada nash-nya dalam Alquran. Kesimpulannya, Islam adalah agama anutan manusia. Dari segi keyakinan dan prinsip dinamakan aqidah, dari segi tata cara membuktikan keyakinannya disebut ibadah, dari segi hubungan sesama manusia yang diajarkan Islam dinamakan muamalah, dan dari segi hukum yang dilaksanakan oleh manusia baik yang bertalian dengan Allah SWT dan dengan manusia dinamakan hukum jinayat(perdata).

Maka, Islam itu adalah asas dan bangunannya.Asas Islam adalah rukun iman dan rukun Islam. Sementara itu, bangunannya adalah hukum Islam yang terjadi terhadap manusia tersebut. Anda akan mendapat kebesaran dan kehebatan Islam itu apabila mempelajari Islam saksama.Misalnya,Islam mempunyai program dari segala sisi, yakni sisi politik Islam, tata negara kepemimpinan, musyawarah, cara menjalankan hukum, dan lain-lain yang juga pernah dipraktikkan Rasulullah SAW sehingga jadilah bumi ini baldatul thoyyibatun warobbul ghofur.(*)

H ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM
DIPOSKAN OLEH H. ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM, LC, DIPL, M, T DI 01:18 0 KOMENTAR
LABEL: AGAMA ISLAM
RABU, 2008 AGUSTUS 27

Kewajiban Muslim menjadi Penegak Ajaran Allah “Anshorullah”
“ Hai orang – orang yang beriman, jadilah kamu Anshorullah ( Penegak ajaran Allah ) seperti yang telah dikatakan Isa terhadap kaum Hawary ; siapakah yang menolong Aku menegakkan ajaran Allah ; maka menjawab kaum Hawany : Kami bersedia jadi Anshorullah, maka beriman segolongan dari Bani Israil dan menentang segolongan mereka, maka Allah member pertolongan kepada orang mu’min menghadapi musuh – musuh mereka, hasilnya jadilah mereka ( orang Mu’min ) Orbit di Israil.” ( S. Shob 14 )
Jihad Untuk Menegakkan Sholat & Zakat
“ Berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan sungguh – sungguh. Allah tidak menjadikan dalam menerapkan agama itu sebagai bahaya ( beban ). Ajaran Nabi Ibrahim itulah yang menjadikan kamu orang Islam dan Rasul akan menjadi saksi atas kesaksian yang kamu buktikan terhadap sesama insan ; maka jihad I tegakkanlah sholat dan keluarkanlah ( sosialisasikan ) harta dan hukum – hukum Allahlah tata cara hidup kamu, pasti Allah memberi pertolongan kepada kamu.” ( S. Al Haj : 78 )
Jaminan Allah SWT terhadap Anshorullah
“ Hai orang mukmin ! jika kamu menjadi Anshorullah, Allah pasti memberi pertolongan dan dikokohkannya jiwa kamu, sebaliknya orang kafir maka kehancuran dan kebinasaan bagi mereka dan makin terjerumus dalam amal perbuatan mereka, itu semua disebabkan mereka benci dengan hukum ( Peraturan Allah). Mereka akan hancur disebabkan kerja mereka sendiri.” ( S. Muhammad 7 – 9 )
Kufur dan Nikmat diantara Penyebab Azab Allah
“ Kafirlah hukumnya orang yang mengatakan sesungguhnya Allah itu Isa bin Maryam sedang Isa mengatakan : Hai Bani Israil sembahlah Allah sebagai tuhanku dan tuhan kamu, sesunguhnya siapa yang mensirikkan Alalh maka Allah mengharamkan kepada Syurga dan tempatnya neraka dan orang tersebut disebut orang Zholim sedangkan Allah tak akan menolong orang Zholim.
Intropeksi diri sendiri lebih baik dari mengintropeksi orang
“ Hai orang yang beriamn takutlah kepada Allah dan intropeksilah apa yang telah kamu lakukan dan siapkan diri kamu untuk maju kedepan. Berbuatlah yang terbaik dan tinggalkan yang terburuk karena Allah sangat memperhatikan apa yang telah kamu lakukan. Dan janganlah kamu melupakan Alah, nanti Allah akan melupakan kamu, orang yang dilupkan Allah pasti mereka rugi.” ( Al-Hasan )
Allah SWT Memberi Balasan dan Membedakan Antara Orang Baik dan Orang Jahat
“ Tidak akan diserupkan oleh Allah antara orang baik dengan orang yang jahat ( Syurga – Neraka ) orang baik ( sukses ) pasti masuk Syurga.
Perumpamaan dari Allah : Gunung yang kokoh masih dapat Patuh kepada Allah
“ Bila kami turunkan Al-Qur’an ini untuk gunung pasti anda akan lihat bahwa gunung tersebut lebih patuh dan taat kepada Allah, dan inilah perumpamaan kami berikan kepada manusia agar mau memanfaatkan pikirannya.” ( S. Al-Hasan 19-21)
Memulai sesuatu yang baik untuk diri sendiri
“ Hai orang beriman jaga diri kamu dan keluarga dari api neraka, karena api neraka tersebut kayunya dari jenis manusia dan batu, yang mengendalikannya ( neraka ) Para malaikat – malaikat yang kejam dan patuh kepada Allah. Hai orang beriman, jangan tunda – tunda apa yang dapat dilakukan pada hari ini, Allah membalas apa yang kamu lakukan.” ( Attakrim 6 – 7)

Pertolongan Allah SWT kita dapati atas dasar perbuatan kita
“ Hai orang yang beriman jika kamu menolong Allah SWT, Allah pasti menolong kamu dan Allah pasti mengokohkan kaki kamu, dan orang yang kafir maka kehancuran untuk mereka dan keliru perbuatan mereka disebabkan mereka benci dengan apa yang telah di turunkan Allah, maka Allah akan merendahkan kwalitas kerja mereka.” ( S. Muhammad 7 – 9 )
“ Hai orang yang beriman janganlah kamu tunda hari ini, balasan terjadi akibat kerja perbuatan kamu.” ( Takrim 7 )
“Hai orang yang beriman kembali kepada ajaran Allah benar-benar bertaubat, semoga Allah mengampuni segala kesalahan kamu dan memasukan kamu kedalam Syurga yang mengalir di tengah-tengahnya anak sungai, pada suatu hari nanti Nabi dan orang beriman dibalasi Allah perbuatannya atas dasar usahanya dan sebab imannya orang inilah yang selalu mengatakan ya Allah sempurnakanlah hidayah kerja kami dan ampunilah kami, sesungguhnya hanya Engkau yang sangat berkuasa.” ( S. At Tahrim 8 )

Allah SWT Mendekati Hambanya
Bila Hamba Allah Mau Mendekati Allah SWT
“ Dan apabila bertanya / meminta hambaKu / kepada mu maka sesunguhnya Aku (Allah ) dekat, Aku jawab ( kabulkan permohonan orang yang meminta bila dia mau meminta, dengan syarat maka hendaklah Kamu mengabulkan apa yang Ku suruh dan hendaklah kamu beriman kepadaKu, itulah tanda kamu bijaksana.” ( Al-Bagarah 186 )
Anda Berdoa, kapan Allah mengabulkannya.
“ Ibrahim bin Adham seorang ahli thasauf melintasi pusat perbelanjaan di Basroh ( Irak ). Maka datangalah beberapa umat manusia bertanya kepadanya : Hai Ibrahim Allah mengatakan : Berdo’alah ( memohonlah kepadaKu Aku akan mengabulkannya), kami sudah berdo’a , kenapa tidak terkabul, maka Ibrahim bin Adham menjawab : Hai Ahli Basroh sesungguhnya hati kamu telah mati dari 9 masalah :
1. Kamu kenal Allah, kenapa tidak kamu laksanakan apa – apa yang diwajibkan Allah kepada kamu.
2. Kamu telah baca kitab Allah, kenapa tidak kamu amalkan apa isi kitab Allah tersebut.
3. Kamu katakan cinta Rasulullah, kenapa kamu tinggalkan tata cara hidupnya.
4. Kamu katakan : kamu takut kepada api neraka tapi kamu jerumuskan diri kamu untuk neraka
5. Kamu katakan: kamu cinta kepada Syurga, kenapa kamu tidak beramal untuk masuk Syurga.
6. Kamu katakan : bahwa mati itu pasti kenapa kamu tidak mempersiapkan diri untuknya.
7. Kamu sibuk dengan aib orang lain, kenapa aib diri kamu, kamu sembunyikan.
8. Kamu makan nikmat Allah, kenapa kamu tidak bersyukur kepada Allah atas ni’mat – ni’mat Allah.
9. Kamu antarkan orang mati kenapa tidak kamu ambil I’tibar darinya.
Maka bagai mana akan dikabulkan kepada kamu Do’a kamu ?
Mukmin yang Baik Tidak Membicarakan Dosa Oranglain, tidak Mengobarkan Permusuhan
“ Hai Orang yang mukmin apabila kamu bercerita maka janganlah menceritakan dosa orang lain dan janganlah bercerita yang menjurus menentang ajaran RAsul dan berceritalah tentang Iman dan Kebaikan serta perbuatan yang di perintahkan Allah, ingatlah suatu saat anda kembali kepada Allah.” ( S. Muyadalah 9 )
“ Cerita dosa itu sumbernya dari syaithon untuk merugikan orang mukmin dan cerita dosa itu belum membahayakan kecuali izin Allah, oleh sebab itu bertawakal kepada Allah jika kamu mukmin.” (S. Muyadalah 10)
Meluangkan Waktu Untuk Majelis Ilmu Bukti Seseorang itu Mukmin Kamil
“ Hai orang yang beriman apabila ditegur ( di ajak ) lapangkan waktu untuk di majelis ilmu maka kamu memberi kelapangan , pada kala itu Allah memberi kelapangan kepada kamu berupa Rizki di dunia, lapang di kubur, tempat di Syurga. Dan apabila di ajak untuk berbuat Sholat dan amal maka segeralah maka Allah akan mengangkat derajat orang mukmin lagi berilmu beberapa derajat, Allah maha melihat apa yang anda amalkan.” ( S. Mujadalah 11)
Ibadah Puasa Ramadhan Bukti Iman seseorang Muslim Manusia
“ Hai orang yang beriman. Diwajibkan kepada kamu untuk melaksanakan puasa seperti orang yang terdahulu, agar kamu orang menjadi orang yang teguh.” 183
“ Puasa itu beberapa hari tertentu , Hukum puasa bagi orang sakit atau musafir wajib menggantinya pada hari sesudah Ramadhan, Hukum puasa bagi orang yang sudah tua dan tidak mampu puasa maka wajib bayar Fidyah berupa memberi makanan kepada orang miskin, pahala ibadah serta keuntungannya bagi sipelaku , dan rahasia puasa itu kebaikannya untuk pelakunya. Kalau kamu mau menelitinya.”
“ Bulan Ramadhan bulan Al-Qur’an sebagai sumber pedoman dan berisi hukum dan fakta – fakta.”
“ Bulan Ramadhan bulan hamba kepada Khaliknya.”
---o---
Orang yang Berzakat Pasti Sukses
“ Pasti sukses orang ayang mau membersihkan diri, harta, ( zakat ) dan pasti sukses orang yang ingat kepada Tuhan ( Allah ) yang melindungi dengan cara sholat. Bahkan zakat dan Sholat akan mempengaruhi kehidupan dunia, sedangkan diakhirat lebih baik dan lebih kekal hasilnya.” ( S. Al-A’la )
Zakat satu diantara Pembersih Jiwa
“ Dan diantara orang – orang disekitar kamu dikalangan orang – orang Arab ada munafiq dan diantara penduduk Madinah ada yang bimbang tentang munafiq ; Engkau (Muhammad) tidak ada yang mengetahui mereka, kamu yang tahu pasti tentang mereka, kami akan azab mereka – mereka. Kemudian dimasukkan mereka ke lokasi azab yang pedih dan diantara yang lain ada yang mengakui dosa mereka dengan mencampur amal – amal sholeh dan amal yang salah, maka mudah – mudahan Allah menerima taubat mereka, sungguh Allah maha pengampun lagi penyayang . Maka cara taubat mereka ambillah dari harta mereka Zakat sebagai pembersih harta dan pembersih jiwa dan Sholatlah mereka, karena Sholat mu itu yang akan menjadikan anda tenang. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui .” ( S. Taubat 101-103 )
Sasaran Zakat Dalam Al-Qur’an
“ Sesungguhnya harta zakat itu hak milik qaum fakir, miskin, amil zakat, mu’alaf, hamba, orang bangkrut atau sabilillah, dan musafir, sebagai kewajiban dari Allah kepada umat, dan Allah maha menetahui lagi maha bijaksana .” ( S. Attaubah 60 )
Orang Menentang Zakat
“ Orang yang menyembunyikan apa saja yang telah diturunkan oleh Allah kewajiban di dalam Al-Qur’an dan menjualnya denagn harga yang kecil maka seriap yang mereka makan seolah – olah bara api di dalam perut mereka dan di hari Qiamat tidak akan di cakapi Allah dan Allah tidak akan membersihkan mereka serta untuk mereka azab yang pedih.” ( S. Albaqrah 174 )
Isa Melaksanakan Sholat dan Zakat
“ Kata Isa : Sesungguhnya Aku Hamba Allah diberikan kepadaku Kitab dan Alah menjadikanku sebagai Nabi yang membawa berkah di mana aku berada dan aku berpesan untuk diriku menjalankan Sholat Selama hidup dan aku diselamatkan tatkala lahir, hari mati, dan hari dibangkitkan dalam keadaan hidup. ( S. Maryam 30 – 32 )
---o---




Infaq = Nafkah Menurut Al-Qur’an
“ Orang yang bersabar untuk mendoakan Ridho Allah dan mereka melaksanakan Sholat dan mereka berinfaq sebahagian kecil dari rizki hartanya yang telah kami berikan secara terang – terangan dan sembunyi – sembunyi dan menolak keburukan dan cara yang baik, mereka pemilik kesenangan dunia dan akhirat.” ( S. Arra’al 22 )
Kwalitas dan Sasaran Infaq
“ Mereka bertanya kepada mu ( Nabi Muhammad SAW ) apa yang di infqkan ? Katakanlah wahai Muhammad : yang di infaqkan yang berkualitas baik ; maka sasaran infaq untuk orang tua dan qaum kerabat dan anak yatim dan orang miskin dan orang musafir dan infaq yang kamu laksanakan dari kwalitas yang baik maka seunguhnya Alah maha mengetahui.” ( S. Al-Baqarah 215 )
Kwalitas Infaq Cermin Kwalitas Iman
“ Belum mencapai puncak keimanan kamu, hingga kamu berinfaq dari apa – apa yang kamu sukai dan setiap yang kamu infaqkan walaupun sedikit, maka Alah SWT sangat tahu tentang kwalitas infaq kamu.” ( S. Ali Imran 92 )
Nilai Infaq Antara Allah dan yang Berinfaq
“ Bukan diwajibkan kepadamu untuk menunjuki mereka, tapi Allahlah yang akan menunjuki siapa yang dikehendakinya, maka nilai infaq yang kamu lakukan hanya untuk kamu apabila cara infaq kamu karena mengharapkan Ridho Allah SWT dan apa saja yang kamu infaqkan yang bermutu baik dijadiakn penyempurna iman kamu, dan kamu tidak akan di zholomi.” ( S. Al-Baqarah 272 )
Aza, Manna, Ria Sebagai Sebab Infaq tak bernilai
“ Hai orang ayang beriaman janganlah kamu batalkan nilai shodakoh ( Infaq, Zakat ). Dengan sebab menceritakannya kepda orang, dan dengan sebab menyakiti manusia, sebagai tamsil orang berinfaq dengan cara Ria, bukan karena Allah dan Iman kepada Hari Qiamat, maka contonya ( Perumpamaannya) ibarat batu licin diatasnya tanah berdebu, maka disiram batu tersebut oleh hujan maka bersihlah seperti batu licin, sedikitpun takada yang tertinggal dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah tak akan memberi hadiah keuntungan kepada orang kafir.” ( S. Al-Baqarah 264 )
Ridho Allah Terhambat disebabkan Mungkir
“ Sesungguhnya orang kafir, menginfaqkan harta mereka untuk menghambat sabilillah, maka apa yang mereka infaqkan menjadi sesuatu kerugian kepada mereka dan mereka akan menerima kehancuran, dan orang kafir akan di arahkan ke neraka jahanam.” ( S. Anfal 36 )
---o---







Tugas Rasulullah dan Umat Rasulullah di Bumi
Mengingatkan, mempelajari, dan membersihkan diri, pengikut Rasul, orang yang mampu mengingatkan dirinya dengan ilmu serta membersihkan jiwanya dengan ilmunya kemudian menetapkan apa – apa yang diwajibkan Allah kepadanya serta meninggalkan apa – apa yang dilarang Allah kepadanya yang tercatat dalam Al-Qur’an sebagai kitab Allah.
Garis – garis besar yang diatas menjadi tolak ukur keberadaan seseorang dimasyarakat sebagai pengikut ajaran Allah dan sunnah Rasulullah SAW, maka kita menyumpai seseorang tersebut ada 3 macam :
1. Waiz (menasehati orang dengan kata – kata, tapi tidak memiliki ilmu yang cukup ) orang yang alim tapi ada kemampuan untuk berbicara.
2. Alim ( mempunyai ilmu ) tapi tidak ada kemampuan untuk menyampaikan ( sarana prasarana )
3. Alim dan punya kemampuan untuk mennyampaikan tapi akhlaknya dan perbuatannya tidak bersih.
Oleh karena 3 macam tersebut, maka untuk membersihkan diri ada 3 tahap yaitu :
1. Seseorang waiz ( penasehat ) mengingatkan umat manusia dengan ayat – ayat Allah ( Nash – nasah Al-Qur’an dan kejadian – kejadian yang terjadi di muka bumi ini yang disebut dengan Ayat Kauniah ( Cakrawala Alam ) serta mengkaji kekuasaan Allah yang telah terjadi pada diri setiap manusia, juga mengingatkan tentang kekuasaan Allah yang telah ditunjukkan pada masa – masa yang lalu. Beberapa sanksi akibat dan marahnya Allah SWT, juga mengingtkan tentang apa – apa yang telah diberikannya kepada orang – orang yang ta’at dan orang – orang jahat.
2. Seorang ulama meletakkan dirinya sebagai guru untuk memperjelas dan menserahkan ayat – ayat Al-Qur’an melalui Hadist – hadist Nabi sebagai mana firman Allah surat Ali Imran 79 : “ Jadilah kamu pendidik dan pengajar dengan apa – apa yang di ajarkan kepada kamu tentang isi kandungan ayat Al-Qur’an
3. Pendidik dan pengajar hendaklah orang yang beraklak baik dan berkelakuan baik sehingga mampu memperbaiki hati orang lain dan memperbaiki kelakuan orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah 151 : “ Kami ( Allah ) telah mengirim kekalangan kamu Rasul dari kalangan kamu untuk mengajarkan ayat – ayat Al-Qur’an dan mendidik agar bersih jiwa dan raga kamu, serta mengajarkan isi kandungan ayat Al-Qur’an serta hikmah dan Dia (Allah) mengajarkan kamu apa – apa yang kamu belum ketahui darinya.
Pada setiap masa dan zaman ada penyakit dan tantangan umat, maka orang alim lagi pendidik adalah orang yang mampu mengobati penyakit dan tantangan umat, itulah tanda kemenangan Alim pendidik dalam membersihkan diri.
Penyakit sejak kurun awal umat insan ini :
1. Hidup mengharap kepada Allah tapi tidak bekerja. Iman diperdalam amal soleh di tinggalkan, yakinnya Allah maha memberi rezki tapi tak mau bekerja berat dan sungguh – sungguh.
2. Umat mengagungkan ketinggian derajat, dengan cara dan beranggapan silsilah keturunan nabi, tapi selalu meninggalkan bahkan tidak mengingat ajaran Nabi, padahal ulamalah yang menjadi pewaris Nabi bukan keluarga Nabi yang menjadi pewarisnya sebagaimana hadisnya.
3. Umat manusia tidak memanfaatkan akal dan fikirannya secara tepat dan tidak menghormati orang berilmu.
4. Umat manusia itu cepat sekali menta’wil / menterjemahkan permas’alahan, paahal dia tidak mampunyai ilmu dibidang permasalahan tersebut.
Maka orang alim dibidangnya-lah yang dapat menyelesaikan permasalahhan tersebut dengan cara mengobati dan memperbaiki permasalahhan yang menjadi penyakit di tengah masyarakat tersebut atau dengan cara mengantisipasi sebelum terjadi permasalahan / penyakit tersebut : mencegah lebih baik dari pada memperbaiki.
Iman Thobrany dalam Hadist Hasan Sanad ada meriwayatkan Hadist Nabi : Ilmu yang mula- mula diangkat dari bumi ini adalah Khusu’ ( rasa takut kepada Allah ).
Bila kita mau melihat di permukaan bumi ini sedikit sekali yang orang khusuk ( takut kepada Alalh ) di bandingkan dengan orang cinta dunia ( sibuk dengan duniawi ).
Orang alim tidak akan berhasil menghilangkan penyakit yang menimpa umat ini. Bila orang alim tersebut tidak memiliki kemampuan seperti seorang guru terhadap murid.
Untuk menjadi seorang Alim maka kita harus membuat pola pendidikan yang mendetail antara : Al-Qur’an ; membaca dan cara membacanya. Al hadist dan ilmu yang bertalian dengan Hadist tersebut, Attafsir dengan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an, dan fiqih dengan pengetahuan ilmu fiqih (Usul fiqih).


Dalam sejarah islam kemenangan para Da’i :
1. Percaya diri dengan pemimpin dan kepemimpinan.
2. Zhikir yang berkesinambungan dan ilmu yang complete yang wajib dan sesuai dengan zaman tersebut.
3. Menyatu dengan lingkungan yang sholeh dan menjadikan permasalahan sesamanya menjadi budaya seharian.
4. Mengembangkan Akhlak hubungan baik sesame umat
5. Menjadi pelaku / aktivis ditengah – tengah umat.
---o---


Insan Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Insan = Manusia ( jenis makhluk )
Annas = Pelupa ( sifat manusia ) . 237 X dalam Al-Qur’an
Iman = Konsumsi Ruh manusia
Ikhsan = Hasil mengkonsumsi Ruh dengan iman
Ibadah = Praktek jasad sebagai bukti Ruh manusia yang diataur dalam Al-Qur’an dan Rasulullah
Amal = Praktek jasad bersifat umum dari bukti ruh.
Sholeh = Predikat yang didapat Insan dari Allah. Rasul sesama manusia.
Manusia – Ramadhan – Al-Qur’an
“ Bulan Ramadhan di turunkan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk manusia.” (S. Al-Baqarah: 185)
Manusia Umat yang Asalnya Satu
“ Manusia itu umat yang satu, maka Allah utus Nabi – nabi untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah dan bersamaan itu turun Al-Qur’an sebagai sumber hokum jika terjadi perbedaan pendapat. Sebab terjadi beda pendapat adalah sifat manusia ( saling ingin mengalah satu sama lain ) orang beriman mendapat petunjuk dari Allah berupa Al-Qur’an agar umat dapat berjalan dengan benar.” (S. Al-Baqarah:213)
Ibadah Akhlak Manusia Kepada Allah
“Hai manusia beribadahlah kamu kepada Allah yang melindungi, yang menciptakan kamu dan menciptakan orang sebelum kamu, agar kamu menjadi teguh yang menjadikan bumi tempat berpijak dan langit tempat bernaung dan yang menurunkan hujan dari langit maka tumbuhlah hasil bumi sebagai rezeki untuk kamu. Maka janganlah kamu sejajarkan Alalh dengan makhluk sedangkan kamu tahu.” (S.Al-Baqarah : 21)
Ada Umat Manusia yang Jahil
“ Ada sebahagian manusia menjadikan selain Alalh tempat sandaran (tumpuan) mereka menyayanginya seperti menyayangi Alah.” (S. Al-Baqarah : 165)
Ada Umat Manusia Memanfaatkan Allah Saja
“ Ada sebahagian manusia hanya meminta kepada Allah untuk dunia saja sekalipun tak dapat di akhirat.” (S. Al-Baqarah : 200)
--o--

Allah Subhanahu Wa Ta’ala
1. Tauhid ulilyah Wa Rububiyah :
2. Isbat dari Allah : pedoman orang mettafin (aktivis) adalah kitab Al-Qur’an = Kalamulah, wahyu Alalh kepada umat
3. A. Orang mukmin pasti sukses bila :
a) Yakin kepada yang ghaib.
b) Membuktikan keyakinan dengan Sholat
c) Membuktikan keyakinan dengan infaq.
B. Orang mukmin pasti sukses bila:
a) yakin kepada wahyu Allah,
b) yakin Kepada wahyu Allah terdahulu,
c) yakin adanya batas ( limit ).
4. Bukti sesuatuitu, kedepan, sukses atau gagal.
Proses Terjadi Kekafuran
“ Manusia kalau sudah kafir dinasehati atau tidak mereka tak akan beriman.”
“ Bila Alalh telah menutup hati mereka, pendengaran mereka, penghianatan mereka, itulah mulai proses Azab yang berkelanjutan.”
Penyakit Hati Manusia yang Mudah Berkembang
“ Ada manusia Cuma ngomong yakin kepada Allah dan Akhirat; orang belum mukmin.”
“ Ciri orang sakit jiwa : Menganggap remeh hukum Allah, dan menganggap remeh orang mukmin padahal hakikatnya dia menutupi kelemahhannya tapi mereka tidak menyadari. Dalam hati mereka ada penyakit maka Allah menjadikan penyakit mereka menjadi “Zad” bekal tanggungan yang berakibat Azab dari pendustaannya.”
---o---



Awal Kunci, Balasan Orang Sukses
“ Bulan Ramadahan di turunkan Al-Qur’an sebagai pedoman, fakta, hukum bagi insan.”
“Kami turunkan Al-Qur’an itu awalnya pada malam lailatul qadar. Tak perlu anda tahu apa itu lailatul qadar. Ibadah dilaksanakan pada saat itu lebih baik dari 1000 bulan ( 84,3 th ) pada malam itu para malaikat dan Ruh turun dengan izin Allah, Allah mengedepankan salam kepada manusia sampai waktu fajar.” (S. Al-Qadar)
Kunci Sukses Orang bagi Seseorang
“ Hai umat manusia makanlah yang halal dan berkualitas janganlah engkau ikuti langkah syaithon karena syaithon memusuhi kamu.” (S. Al-Baqarah 168)
Balasan Orang Sukses
“ Orang beriman dan beramal Sholeh, bahwa beberapa macam syurga menjadi hak milik mereka, syurga tersebut mengalir dibawahnya beberapa anak sungai dan menjadi hak milik mereka segala macam buah-buahan sebagai rizki . Rizki tersebut seperti buah-buahan yang ada di dunia, dan hak milik mereka pasangan yang bersih dan mereka di dalam syurga terus menerus.” (S. Al-Baqarah : 25)
--o--










Syurga tempat orang sukses isinya, Penduduknya menurut Al-Qur’an
“ Tercapailah keinginanan kamu untuk mendapat keampunan dari Tuhan mu sedangkan syurga itu lebarnya selebar 7 X langit dan bumi, dan syurga tersebut di persiapkan untuk orang yang bertaqwa (membuktikan iman melalui islam ).” (S. Ali imran : 133)
Harum Syurga
“ Dari Abdullah bin Amran bin As : Rasulullah mengatakan siapa yang membunuh secara sengaja, pembunuh tersebut tidak akan mencium harumnya syurga padahal harumnya tercium dari jarak 40 tahun perjalanan.” (H.R Albukhari)
“Dari Abdullah bin Amir bin AS: Rasulullah mengatakan : siapa menyebut nama selain nama ayahnya maka dia tidak mencium harumnya syurga padahal harum syurga tercium dari jarak 500 tahun perjalannan.” ) H.R Ibnu majjah dalam Duroh Al mAlbary)
“ Orang – orang bertaqwa berbondong-bondong ke syurga. Bila sudah sampai dan dibukakan pintu Syurga, maka malaikat yang menjaganya menyatakan “Selamat kepada kamu wahai orang baik maka masuklah selamanya.” ( . Azzumar : 73)
“ Aktivitas terhadap istri pada cara yang diridhoi Allah, kami panggil dia untuk memasukki pintu-pintu syurga dengan bahasa hai Hamba Allah, ini yang terbaik, siapa sholat selama di dunia dipanggil via pintu sholat dan siapa mujahid selama didunia di pangil via pintu Al jihad dan siapa puasa di panggil via pintu Arrayan. Dan siapa persedekah (zakat ). Maka dipanggil via pintu Sadaqah ( Zakat ).
“Maka Abu Bakar menghormati dengan nama Ayah dan ibumu ya Rasulullah: apakah ada orang yang dipanggil semuanya dari setiap pintu sekaligus, Rasulullah menjawab : Ya : Aku berharap engkau diantaranya.” H.R AlBukqori (Sholat-Jihad-Puasa-Zakat)
Klas-klas Penduduk Syurga
“ Penduduk Syurga diisi Allah mempunyai kalsifikasi terjadi hasil pandangan Allah dari apa yang diamalkan manusia.” ( S. Aliimran : 163 ).
--o--


Api Neraka Menurut Al-Qur’an
“ Maka jagalah diri kamu dari api neraka yang menjadi pembakaran manusia dan batu di siapkan untuk orang kafir (yang menentang ajaran Allah dan Rasulullah.”) (Al-Baqarah 39 )
Perintah Allah untuk menyelamatkan diri dari neraka
“ Hai orang mukmin jagalah diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka, api neraka; kayunya manusia dan batu, diawasi oleh malaikat yang sadis lagi ptuh kepada Allah SWT tentang apa yang di perintahkan. (S. Attahrim : 6)
Azab Allah adalah denda dari apa yang dilakukan Insan
“Dan mereka mengatakan Oh Tuhan kami paling kanlah diri kami Azab jahanam, karena sesunguhnya azab jahanm seburuk-buruk tempat tinggal. (Al-Furqon 65 - 66)
Empat Macam Menjadikan Insan Sukses atau Gagal
Hadist bersumber ari Abi Hurairah bahwa Rasulullah ada mengatakan : gerak langkah hamba di Tanya pada hari qiamat disebabkan emapaqt macam:
1. Umurnya kemana habisnya,
2. Ilmunya kemana di amalkannya,
3. Hartanya dari mana di usahakannya dan kemana di pergunakannya,
4. Fasiknya kemana dan untuk apa habisnya.
(H.R Imam Turmuzi Hadist Hasan Shohih)
“ Dari Abu Hurairah R.A : dia berjata : Ditanyai Nabi tentanag apa sebab manusia masuk Syurga maka menjawab Nabi : Taqwa kepada Allah dan kebaikan moral dan di tanyai apa yang paling banyak menyebabkan orang ke neraka : Mulut, Kehormatan.”
--o--
DIPOSKAN OLEH H. ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM, LC, DIPL, M, T DI 22:51 0 KOMENTAR
LABEL: RAMADHAN
Al Quran Konsep Ilahi Untuk Insan Mencapai Sukses di Dunia dan Akhirat
Ramadhan awal perbaikan umat manusia dalam surah Albaqoroh ayat 158 :
“ Bulan Ramadhan diturunkan Alquran, sebagai pedoman untuk manusia dan data – data tertulis serta pengklaripikasi yang telah diselewengkan .”
Iailatul Qadar awal turunnya konsep ilahi :
“Bacalah ( Sebutlah ) nama Tuhanmu yang telah menciptakan ( Bismillah ). Yang menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah nama Tuhanmu yang Mulia, yang telah mengajarkan dengan Qalam, yang telah mensyaratkan apa yang tidak anda ketahui ; sesunguhnya manusia itu sangat thoghut ( nakal ) jika diperlihatkan kepada dia merasa senang, padahal dia akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungkannya.”
Bersih zhakir, bathin, mal, adalah konsep Ilahi :
“ Ambillah sebhagian harta mereka sebagai kewajiban, agar bersih harta dan jiwa raga kamu.” ( Surat Attaubah)
---o---
DIPOSKAN OLEH H. ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM, LC, DIPL, M, T DI 22:50 0 KOMENTAR
Teguh Seseorang Menjadikan Positip dalam Berbuat
“ Hai Orang – orang yang beriman jika kamu membuktikan iman dengan melakukan yang wajib dan meninggalkan yang haram Allah akan memberikan kepada kamu Cahaya hati yang membedakan mana yang baik dan yang buruk dan Allah akan mengampuni kamu serta menghapuskan kesalahan kamu Allah Maha Agung lagi Maha lebih.” ( Anfal 29 ).
“Dan tatkala orang – orang kafir mengadakan makar ( strategi untuk membahayakan mu ) agar kamu terjerat didalam kekuasaan mereka atau mereka membunuh engkau atau mengeluarkan rengkau, Ingatlah Allah ( Berimanlah kepada Allah ) bahwa makar mereka tidak akan berarti di banding makar Allah SWT.” ( Surah Anfal 30 )
Ada Segelintir Manusia yang Ingin Menghancurkan
“ Hai orang – orang yang beriman bila kamu menjumpai segelintir manusia maka selidiki dahulu dengan cermat dan ingatlah Allah sebanyak mungkin agar kamu berhasil.” ( S. Anfal 45 )
“ Dan taatlah terhadap ajaran Alah dan Rasulnya serta janganlah berselisih pendapat, maka kamu pasti gagal dan hilanglah keharuman kamu dan bersabarlah kamu dalam menjalankannya sebagai kendali kesuksesan ketahuilah sesunguhnya Allah mendampingi orang sabar, dan janganlah kamu menjadi orang yang ibarat lari dari kampong ( keluar ) menganggarkan nikmat yang kamu terima agar dilihat manusia serta menghalangi kehendak Allah dan iangatlah Allah maka mengetahui apa saja yang kamu lakukan.” ( Surat Anfal 46 – 47 )
DIPOSKAN OLEH H. ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM, LC, DIPL, M, T DI 22:50 0 KOMENTAR
Tantangan Alam dan Zaman
Pada setiap zaman pasti ada tantangan dan hambatan maka ulama yang mendidik harus mampu untuk menghadapi tantangan dan hambatan tersebut dan harus mampu memberikan jalan keluar sebagai solusi untuk menyelesaikan tantangan dan hambatan tersebut, itulah tanda kesuksesan ulama pendidik.
Pada setiap masa timbul tantangan alam dan penyakit yang menimpa umat manusia, Alim Rabbany ( Orang Alim ) yang bersifat pendidiklah yang mampu memperbaiki penyakit umat manusia dan orang alim tersebut yang tahu membaca perkembangan alam sehingga dapat mengetahui antisipasinya (mencegah sebelum terjadi kehancuran).

Tanatangan alam diantaranya :
1. Umat lebih banyak berharap (berdo’a) diabanding dengan umat yang berbuat.
2. Umat lebih mengaku mengikuti Sunnah Rasulullah padahal tertipu disebabkan karena ketidak pahaman tentang Sunnah Rasulullah tersebut (Tata cara hidup, Akidah Akhlak keseharian Rasulullah).
3. Umat manusia tidak ingin memakai akalnya dengan teliti dan cermat bhkan selalu mengambil yang praktis tanpa memikirkan kedepan dan tidak menghormati umat yang berilmu agama (padahal mereka para ulama makhluk yang di istimewakan Allah). Iman umat seperti ini gambaran umat yang rapuh imannya dan mudah terombang ambing.
4. Umat cepat sekali meninggalkan tugas (Pekerjaannya) bila mendapat tantangan dan rintangan, umat tersebut umat yang tidak sabar mengadakan analisa sehingga selalu mengambil T a’wil (di utamakan pendapat tanpa didasari ilmu yang sudah dianalisa).
Penyakit yang melanada umat seperti ini di isyaratkan oleh Rasulullah SAW : Mula – mula (yang paling pertama) Ilmu di angkat oleh Allah dari bumi ini adalah Khusuk ( Rendah Hati ) H.R Trabanany dengan sanad Hasan. Pada setiap zaman pasti ada tantangan dan hambatan, maka ulama yang mendidik harus mampu untuk menghadapi tantangan dan mampu memberikam jalan keluar untuk menyelesaikan hambatan – hambatan tersebut, itulah tanda kesuksesan ulama yang mendidik.
DIPOSKAN OLEH H. ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM, LC, DIPL, M, T DI 22:48 0 KOMENTAR
Program Muslim di Ramadhan
“ Hai orang Beriman di wajibkan untuk kamu puasa sebagai mana menjadi catatan penting terhadap umat sebelum kamu, pasti kamu menjadi orang tegas.”
1. Sejarah puasa Ramadhan : Hari Senin tanggal 2 Sya’ban tahun 2 Hjriah.
2. Rahasia Ramadhan kata Rasulullah :
“ Do’a orang puasa tidak ditolak tatkala berbuka”
3. Faedah puasa terhadap Ruh, masyarakat, kesehatan :
a) Puasa melatih jiwa (Ruh) untuk sabar, menguatkan Ruh, mendidik Ruh menjadi disiplin, dan keteguhan jiwa.
b) Puasa melatih umat bersatu, menyukai keadilan dan kebersamaan masyarakat.
c) Puasa dapat membersihkan perut besar, memperbaiki perut kecil (usus) membersihkan diri dari lemak-lemak, menurunkan berat badan dan lain-lain. Sesuai hadis :
“ Puasalah kamu pasti sehat.”

---o---
DIPOSKAN OLEH H. ABDULLAH TAMIMY IBRAHIM, LC, DIPL, M, T DI 22:47 0 KOMENTAR
LABEL: RAMADHAN
KAMIS, 2008 AGUSTUS 21

Ibadah Puasa Ramadhan Bukti Iman Seorang Muslim Manusia
Ibadah Puasa Ramadhan Bukti Iman Seorang Muslim Manusia

“ Hai orang yamg beriman Diwajibkan kepada kamu untuk melaksanakan puasa seperti orang yang terdahulu. agar kamu orang menjadi orang yang teguh”183

“ Puasa itu beberapa hari tertentu, Hukum puasa bagi orang sakit atau musafir wajib menggantinya pada hari sesudah Ramadhan, Hukum puasa bagi orang yang sudah tua dan tidak mampu puasa maka wajib bayar Fidyah berupa memberi makan kepada orang miskin, pahala ibadah serta keuntungannya bagi sipelaku, dan rahasia puasa itu kebaikannya untuk pelakunya. Kalau kamu mau menelitinya.”

Bulan Ramadhan Bulan Al-Qur’an sebagai sumber pedoman dan berisi hukum dan fakta-fakta.”

“ Bulan Ramadhan bulan hamba kepada Khaliknya.”





Teguh Seseorang Menjadikan Positif Dalanm Berbuat

“ Hai orang – orang yang beriman jika kamu membuktikan iman dengan melakukan yang wajib dan meninggalkan yang haram Allah akan memberikan kepada Cahaya hati yang membedakan mana yang baik dan yang buruk dan Allah akan mengampuni kamu serta menghapuskan kesalahan kamu Allah Maha Agung lagi Maha lebih.” ( Anfal 29 )

“ Dam tatkala orang – orang kafir mengadakan makar ( strategi untuk membahayakan kamu ) agar kamu terjerat dalam kekuasaan mereka atau mereka membunuh engkau atau menguluarkan engkau, Ingatlah Allah ( Berimanlah kepada Allah ) bahwa makar mereka tidak akan berarti dibanding makar Allah AWT.” ( Surah Anfal 30 )

“ Hai orang – orang yang beriman bila kamu menjumpai segelintir manusia maka selidiki dahulu dengan cermat dan ingatlah Allah sebanyak mungkin agar kamu berhasil.”( S. Anfal 45 )

“ Dan taatlah terhadap ajaran Allah dan Rasulnya serta janganlah berselisih pendapat, maka kamu pasti gagal dan hilanglah keharuman kamu dan bersabarlah kamu dalam menjalankannya sebagai kendali kesuksesan ketahuilah sesungguhnya Allah mendampingi orang sabar, dan janganlah kamu menjadi orang yang ibarat lari dari kampong ( keluar ) menganggarkan nikmat yang kamu terima agar dilihat manusia serta menghalangi kehendak Allah dan ingatlah Allah maka mengetahui apa saja yang kamu lakukan.” ( Surat Anfal 46-47 )




Al-Quran Konsep Ilahi Untuk Insan Mencapai Sukses di Dunia dan Akhirat

Ramadhan awal perbaikan umat manusia dalam surah Albaqaroh ayat 158 :

“ Bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an, sebagai pedoman untuk manusia dan data – data tertulis serta pengklaripikasi yang telah diselewengkan.”

Lailatul Qadar awal turunnya Konsep Ilahi :

“ Bacalah ( sebutlah ) nama Tuhanmu yang telah menciptakan ( Bismillah ). Yang menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah nama Tuhanmu yang mulia, yang telah mengajarkan dengan Qalam, yang telah mensyaratkan apa yang tidak anda ketahui, sesunggahnya manusia itu sangat thoghut ( nakal ) jika diperhatikan kepada dia merasa senang, padahal dia akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungkannya.”

Bersih Zhakhir, bathin, mal, adalah komsep Ilahi :

“ Ambillah sebahagian harta mereka sebagai kewajiban, agar bersih harta dan jiwa raga kamu.” ( Surat Attaubah )

0 komentar: