ISYA ALLAH (MAHER ZAIN)

Kamis, 25 Agustus 2011

HUKUM TAKBIR (HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA)

 
Tanbihun.com –  Dalam mazhab Hanafi dan mazhab Hambali shigot takbir sebagai berikut:
Allahu akbar 2x,
La ilaha illa-Llah wa-Llahu akbar,
Allahu akbar 2x
Wa li-Llahi l-hamd
.

Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir, dan sebagaimana yang dilakukan oleh dua orang Khalifah Rasyidah dan Ibnu Mas’ud.
(Link Sponsor) :
Dalam mazhab Maliki dan Syafii (dalam qaul jadid) kalimat takbir sebagai berikut:
“Allahu akbar” 3x ini saja menurut mazhab Malik sudah lebih bagus.
Tapi jika ditambah dengan “La ilaha illa-Llah wa-Llahu akbar, Allahu akbar
wali-Llahi l-hamd”
tidak masalah kata mereka (mazhab Maliki) karena ada hadis riwayat
Jabir dan Ibnu Abbas tentangnya.
Menurut mazhab Syafii disunnahkan menambah bacaan: “Allahu akbar kabiro wa l-hamdu li-Llahi katsiro wa subhana-Llahi bukrotan wa ashila” sehabis mengulang kalimat takbir di atas sebanyak tiga kali. Karena Nabi pernah mengucapkannya ketika berada di Shofa.
Kemudian disunnahkan menambah bacaan setelahnya dengan “La ilaha illa-Llah wa la na’budu illa iyyah, mukhlishina lahu d-din wa lau kariha l-kafirun, la ilaha illa-Llah wahdah, shodaqo wa’dah, wa nashora ‘abdah, wa hazama l-ahzaba wahdah. La ilaha illa-Llah wa-Llahu akbar”.
Tambahan di atas ini diperbolehkan (tidak disunnahkan) oleh mazhab Hanafi.
Dan diperbolehkan pula takbir ditutup dengan bacaan salawat:
“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad wa ‘ala ashhabi Muhammad wa ‘ala azwaji Muhamad wa sallim tasliman katsiro”.

Hukum Bertakbir Pada Dua Hari Raya
Para fukaha sepakat (tidak ada yang berbeda pendapat) dalam masalah disyariatkannya bertakbir ketika:
  1. Pergi di pagi hari menuju salat ied
  2. setelah salat fardhu di hari-hari raya kurban (hari raya iedul adha dan tiga hari tasyriq).
Imam Abu Hanifah ra. Berpendapat: disunnahkan bertakbir tapi tidak nyaring di hari raya idul fitri ketika keluar dari rumah menuju tempat salat id karena mengamalkan hadis nabi yang berbunyi: “sebaik-baik dzikir ada yang tidak nyaring (khofiy) dan sebaik-baik rizki adalah yang mencukupi (tidak berlebihan)”. Dan kemudian berhenti bertakbir ketika telah sampai di tempat orang melaksanakan salat ied (dalam riwayat lain sampai dilaksanakannya salat).
( Hadis diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, Baihaqi dalam bab cabang-cabang iman dari Saad. )
Tapi beberapa ulama madzhab beliau berpendapat sunnahnya adalah bertakbir dengan nyaring pada hari raya idul fitri tersebut.
Dan semuanya sepakat bertakbir dengan nyaring pada hari raya kurban.
Jumhur ulama berpendapat: disunnahkan bahkan bertakbir dengan nyaring di mana pun, di rumah, di pasar, di jalan-jalan, di masjid  ketika menjelang dilaksanakannya salat id.
Adapun mazhab Hanbali mengatakan sampai selesai khutbah id.
Takbir di hari raya fitrah lebih banyak dan lebih kuat ketimbang takbir di hari raya kurban. Salah satunya adalah firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 185 juga lantaran ia sebagai menampakkan syiar-syiar Islam dan peringatan bagi orang lain.
Takbir yang dibaca tidak setelah salat fardhu dinamakan takbir mutlaq. Sedangkan takbir yang dibaca setiap selepas salat fardhu namanya takbir muqayyad.
Takbir mutlaq menurut mazhab Syafii dan mazhab Hambali disunnahkan mulai dari terbenamnya matahari malam idul fitri dan tidak sebelumnya.
Takbir muqayyad menurut mazhab hambali juga mazhab syafii tidak disunnahkan pada malam idul fitri karena tidak ada dalil yang melandasinya. Tc/my/katamiya.multiply.com

SUMBER : TANBUHUN.COM

Solat Idhul Fitri dan Idhul Adha
Solat Idhul Fitri yakni solat hari raya Syawal (lebaran) dan Idhul Adha yakni sholat hari raya Haji, sunnah melakukan Takbir Muthlaq iaitu dimulai dari waktu Maghrib pada malam hari raya keduanya itu, hingga takbirotul ikhrom sholat Idh itu.

Lafazh takbir Muthlaq yang afdhol adalah sebagai berikut :

"Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar, La ilaa ha illallohu walllohu akbar, allohu akbar walillahil hamd" (3 kali)

"Allohu akbar kabiro, wal hamdulillahi kasiro, wasubhanallohi bukrotaw wa-ashila"

"La ilaaha illalllohu wala na'budu illa iyyahu mukhlishina lahud-dina walau karihal kafirun"

"la ilaaha illallohu wahdah, washodaqo wa'dah, wanashoro 'abdah, wa a'az-za jundahu wahazamal ahza ba wahdah"

"la ilaaha illallohu wallohu akbar, allohu akbar walillahil hamd"

Ertinya :

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,

Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha besar Yang Maha Terpuji. (3 kali)

Allah yang Maha Besar Kebesarannya, segala puji bagi Allah akan pujian yang banyak, dan Maha suci Allah senantiasa pagi dan petang.

Tiada Tuhan yang disembah selain Allah, dan tiada kami sembah hanya pada-Nya, padahal kami berikhlas baginya akan agama Islam dan sekalipun dibenci oleh sekalian orang yang kafir.

Tiada Tuhan yang disembah hanya Allah yang Maha Esa, maka benarlah janjinya, dan telah memenangkan hambanya yakni Nabi Muhammad dan telah mengalahkan semua kaum kafir dengan sendirinya.

Tiada Tuhan yang disembah hanya Allah Tuhan yang Maha Besar, Tuhan yang Maha Besar dan segala Puji bagi Allah.

Persamaan dan perbedaan Ibadah sunnah yang dapat dilakukan pada Hari Raya Idhul Fitri dan Idhul Adha :


HARI RAYA IDHUL FITRI
Sunnah memperbanyak membaca takbir itu didalam malam hari raya (malam takbiran) hingga takbirotul ikhrom solat Iedh.

Tidak ada Sunnahnya membaca Takbir setelah Sholat Iedh

Sunnah berjaga sepanjang malam dengan membuat segala ibadah baik membaca Al-Qur'an maupun Takbir pada malam hari raya.
Meneruskan dengan Solat Subuh berjamaah dan bermaafan dengan seisi keluarga.
Sunnah mandi dan memakai pakaian yang paling bagus dan yang halal pada pagi hari raya.
Sunnah makan dahulu sebelum pergi sholat Iedh.
Waktunya sholat Iedh di hari raya adalah mulai terbitnya Matahari sampai  dengan masuknya waktu Sholat Zhuhur.
Sunnah mengucapkan kata pengganti dari qomatnya dengan ucapan "Assholatu Jami'ah" Ertinya : ini sholat sunnah berjama'ah.
Niat Sholat Idhul Fitri :
"Usholli sunnata 'idil fitri rok'ataini lillahi ta'ala" Ertinya : Sahajaku sholat Idhul Fitri dua roka'at lillahi ta'ala.

Sesudahnya takbirotul ikhrom diroka'at yang pertama sesudahnya membaca do'a istiftah sebelumnya a'uzubillah maka sunnah takbir lagi 7 (tujuh) kali, dan pada roka'at yang kedua sebelum membaca a'uzubillah 5 (lima) kali takbir.
Sunnah membaca disela-sela takbir itu" Subhanalloh walhamdulillah wala ilaaha illallohu wallohu akbar"
Selesai daripada sholat 'iedh maka tidak disunnatkan membaca takbir lagi melainkan membaca do'a saja, kemudian membaca khutbah.
Sunnah dua khutbah sesudah iedh dengan segala rukun-rukun khutbah yang tersebut pada pasal 37 mengenai sholat jum'at.
Sunnah takbir diawal khutbah pertama 9 (sembilan) kali berturut-turut dan diawal khutbah yang kedua 7 (tujuh) kali berturut-turut disebutkan pada khotbah idhul fitri mengenai perihal zakat fitrah
 

HARI RAYA IDHUL ADHA
Sunnah memperbanyak membaca takbir itu didalam malam hari raya (malam takbiran) hingga takbirotul ikhrom sholat Iedh.

Bagi orang yang tidak sedang mengerjakan Ibadah Haji, maka Sunnah memperbanyak membaca Takbir Muqoyyad iaitu disunnahkan setiap habis solat fardhu, disunnahkan membaca takbir mulai sehabis solat Subuh pada hari Arafah (9 Zulhijjah) hingga waktu Ashar di hari tgl 13 Zulhijjah

Bagi orang yang sedang mengerjakan Ibadah Haji maka Sunnah memperbanyak membaca Takbir Muqoyyad iaitu disunnahkan setiap habis sholat fardhu, disunnahkan membaca takbir mulai waktu Zhuhur hari nahar (10 Zulhijjah) sampai dengan waktu Shubuh di hari tanggal 13 Zulhijjah)

Sunnah berjaga sepanjang malam dengan membuat segala ibadah baik membaca Al-Qur'an maupun Takbir pada malam hari raya.

Meneruskan dengan Solat Subuh berjamaah dan bermaafan dengan seisi keluarga.

Sunnah mandi dan memakai pakaian yang paling bagus dan yang halal pada pagi hari raya.

Sunnah tidak makan dahulu sebelum sholat Iedh.

Waktunya sholat Iedh di hari raya adalah mulai terbitnya Matahari sampai dengan masuknya waktu Sholat Zhuhur.

Sunnah mengucapkan kata pengganti dari qomatnya dengan ucapan : "Assholatu Jami'ah" Ertinya : ini sholat sunnah berjama'ah

Niat Sholat Idhul adha :
"Usholli sunnata 'idil adha rok'ataini lillahi ta'ala" Ertinya : Sahajaku sholat Idhul Adha dua roka'at lillahi
ta'ala.

Sesudahnya takbirotul ikhrom diroka'at yang pertama sesudahnya membaca do'a istiftah sebelumnya a'uzubillah maka sunnah takbir lagi 7 (tujuh) kali, dan pada roka'at yang kedua sebelum membaca a'uzubillah 5 (lima) kali takbir.

Sunnah membaca disela-sela takbir itu "Subhanalloh walhamdulillah wala ilaaha illallohu wallohu akbar"

Sunnah membaca takbir lagi sesudah sholat iedh itu, iaitu takbir muqoyyad dan

dan sunnah dua khutbah sesudah iedh dengan segala rukun-rukun khutbah yang tersebut pada pasal 37 mengenai sholat jum'at.

Sunnah takbir diawal khutbah pertama 9 (sembilan) kali berturut-turut dan diawal khutbah yang kedua 7 (tujuh) kali berturut-turut disebutkan pada khotbah idhul Adha mengenai prihal idhhiyyah (qorban).

SUMBER: http://www.al-azim.com/~beringin/agama/solatfitriadha.htm

0 komentar: